Minggu, 15 Juli 2018

Benarkah Planet Mars Terdapat Tanda Kehidupan?


Plante Mars





            Panjang diameternya tidak lebih dari 0,5 + 35 mil dari dimeter bumi. Jarak dari matahari sekitar 141 juta mil. Mars berputar mengelilingi matahari di dalam 686 hari atau satu Tahun menurut perhitungan waktu planet Mars.

            Manusia telah mendekati planet Mars melalui penelitian-penelitian ilmiahnya. Mereka meluncurkan pesaawat-pesawat angkasa dan mendarat dipermukaan Mars. Pesawat ini berfungsi sebagai laboratorium fisiska, kimia, udara, dan geografi. Dengan pesawat ini manusia telah mendapatkan sebuah informasi baru dan penting mengenai Mars. Disebutkan bahwa di atas permukaan Mars terdapat gumpalan salju khususnya dibagian kutub.

            Ketika hujan mengguyurnya dengan keras, gumpala salju mencair dan membentuk sungai-sungai. Sungai-sungai yang terbentuk pada jaman dahulu kala tersebut telah mongering. Akan tetapi, tanda-tanda bekas adanya aliran sungai pada tempat tersebut masih dapat terlihat.

            Selain itu, observasi ilmiah juga menyebutkan adanya kandungan gas didalam udara planet Mars, seperti halnya di bumi. Hanya saja, unsure oksigennya jah lebih sedikit dibanding oksigen yang terdapat pada lapisan udara di bumi. Akan tetapi, yang membuat para ilmuwan tercengang selama proses penelitian udara di planet Mars yakni tidak ditemukannya keberedaan sel-sel hidup seperti halnya di bumi, meskipun terdapat gas yang bisa dimanfaatkan untuk pernapasan. Benda-benda itu sama sekali tidak sesuai dengan ilmu pengetahuannya.

            Maha Suci Allah Yang Maha Kuasa. Penelitian terhadap planet Mars terus dilakukan oleh manusia dengan mendaratkan kembali pesawatnya pada Tahun 1984.

Sabtu, 14 Juli 2018

Apa yang membuat Matahari Selalu Menyala


Apa yang membuat Matahari selalu menyala?




            Matahari adalah benda langit yang dipenuhi nyala api. Diameternya lebih dari satu sepertiga juta kilometer. Luasnya mencapai 325 kaki dari bumi. Beratnya sekitar 332 kali dari berat bumi. Suhu didalam perut matahari mencapai sekitar 20 juta derajat Celcius, sedangkan suhu permukaannya sekitar 9.900 derajat Celcius. Dari permukaan ini terpancar nyala api yang tingginya mencapai 500.000 Km. panasnya terus menyala di angkasa dengan kekuatan 167.400 H.P. (Horse Porter) pada setiap satu meter persegi. Dari kekuatan tersebut tidak ada yang sampai ke bumi, kecuali hanya seperdua juta saja. Jumlah tersebut hanya bagian siang sangat kecil jika dibandingkan dengan cahaya bintang-bintang besar lainnya.

            Permukaan matahari mengandung unsure tegangan listrik dan magnetis yang sangat dahsyat. Yang mencengangkan para ilmuwan adalah matahari sebagaimana pengetahan mereka terhadap lapisan-lapisan bumi masih tetap mengeluarkan panas dengan kadar yang sama sejak jutaan Tahun yang lalu. Seandainya panas itu berasal dari hasil pembakaran, bagaimana bisa bendanya tidak habis terbakar pada masa-masa berikutnya?

            Jadi, tidak disangsikan lagi bahwa proses pembakaran pada matahari berbeda dengan proses pembakaran yang kita ketahui. Jika tidak demikian, setelah enam ribu Tahun terbakar secara terus-menerus, dipastikan panasnya akan hilang. Akan tetapi, sebagian ilmuwan berpendapat bahwa meteor yang berjatuhan di permukaannya menjadi pengganti dari panasnya yang hilang dengan cara pembakaran.

            Dr. Thomas Gold, wakil direktur observasi Graintisy, mengumumkan bahwa sebuah ledakan telah terjadi di matahari pada tanggal 13 Februari 1956. Daya ledakannya sama dengan bumi tertimpa jutaan bom hidrogenis. Ledakan ini telah mengakibatkan bumi tertimpa hujan cahaya. Ia berkata,”Penambahan  cahaya secara besar-besaran terhadap bumi dimulai pada 3,45 am. (GMT) dan berlangsung selama 2 jam. Tambahan cahaya yang menimpa bumi dari cahaya alam tersebut adalah yang terbesar sepanjang sejarah,”.

            Hujan cahaya tersebut menimpa sebagian besar permukaan bumi. Kekuatannya sangat besar hingga tidak dapa diukur oleh akal manusia. ia menambahkan,”Pada saat peralatan observasi merekam hujan cahaya tersebut, semua tubuh laki-laki, perempuan, anak-anak, bahkan seluruh makhluk hidup di seluruh dunia mengalami penurunan daya tahan,”.

            Pada tanggal 20 Mei 1957, ledakan serupa kembali terjadi. Dari ledakan ini, terpancar cahaya yang sangat jelas sekali terlihat dengan mata biasa. Dari cahaya tersebut kemudian terpancar sinar ultra violet yang tingginya mencapai satu meter. Dari ledakan ini juga muncul molekul-molekul yang dikeuarkan matahari. Setelah 20 jam, terjadinya leakan, bumi diterpa unsure-unsur magnetis yang sangat dahsyat.

            Sebuah embaga penelitian cuaca Amerika juga menyebutkan bahwa pada tanggal 13 Maret 1956, telah terjadi sebuah ledakan di atas permukaan matahari. Ledakan tersebut mengeluarkan gas-gas yang tingkat kepanasannya tidak dapat digambarkan, sedangkan kecepatan gerak dari gas-gas tersebut mencapai 3.500.000 mil per jam.

            Adapun Dr, Donald Mitchel yang tergabung dalam lembaga penelitian Hardward menyebutkan, bahwa ledakan-ledakan yang terjadi pada matahari, telah direkam oleh beberapa film dengan mempergunakan Conigra, yaitu sebuah alat yang berfungsi untuk merekam sinar atau cahaya yang terpancar dari matahari. Dari rekaman tersebut diketahui bahwa kekuatan satu ledakan sama dengan seratus juta bom hidrogenis yang meledak secara bersamaan. Kekuatan ini 1.000 kali lebih kuat dari daya tarik bumi.

            Di Tokyo, sekitar 50 astronom dan ahli bumi telah berkumpul untuk saling bertukar pikiran mengenai cahaya alam. Mereka menegaskan bahwa ledakan-ledakan tersebut memberikan pengaruh secara langsung kepada psikologi dan jasmani manusia. pada Tahun 1976 disebutkan bahwa kadar zat putih telur pada darah manusia yang tergolong selalu stabil ternyata mengalami perubahan. Salah satu penyebabnya adalah ledakan-ledakan yang terjadi pada matahari.

            Tiadalah matahari yang masih menyimpan begitu banyak rahasia dan masih menjadi sumber ketakjuban, matahari yang sampai hari ini masih disembah oleh penganut Majusi di India, matahari yang tidak hanya menjadi cahaya penerang bagi kita, tetapi juga menjadi sumbu dari planet-planet dan sumber kehidupan makhluk hidup, matahari yang rahasianya selalu bertambah setiap kali ada penemuan baru dan ketidaksanggupan ilmu pengetahuan mengungkap apa yang mesti diketahui tentang matahari yang beratnya akan hilang sebanyak jutaan ton setiap kali terjadi pembakaran, namun bentuk dan beratnya terus-menerus mengalami revitalisasi.

            Matahari yang juga mengirimkan kepada alam sebuah kekuatan yang sama dengan kekuatan 5.000 juta bom atom setiap detik, melainkan hanya sebuah tanda dari tanda-tanda keberadaan Sang Pencipta. Ia hanya sebuah tanda kecil yang menghiasai langit di antara bintang-bintang yang memiliki bentuk lebih besar dan bergerak dengan kecepatan yang begitu tinggi.



Gas Kehidupan di Bulan, Masih Tanda Tanya


Gas Kehidupan di Bulan, masih tanda tanya? 



            Bulan adalah benda langit yang paling dekat dengan bumi dan bentuknya paling kecil di antara benda-benda langit yang bergerak mengitari bumi. Perputaran bulan dan mataharilah yang menyebabkan timbulnya penentuan jarak dan waktu. Para astronom telah mempelajari kondisi geografis bulan dan member gambaran mengenai pegunungan dan lembah yang terdapat di sana.
            
Suhu sisi permukaan bulan yang menghadap  matahari mencapai 120 derajat Celcius atau lebih panas dari suhu air yang mendidih. Adapun suhu permukaan bulan yang bertolak belakang dengan matahari mencapai 150 derajat Celcius di bawah nol atau lebih rendah dari suhu air yang membeku.

             Lord Afpriy menyebutkan,”Sesungguhnya di atas permukaan buan yang tandus terdapat gunung-gunung berapi yang sangat besar, namun tidak aktif. Ketinggiannya mencapai 42 ribu kaki ditambah 13 ribu kaki dari atas puncak gunung yang ada di bumi. Kawah gunung berapi tersebut sangat besar hingga diameternya mencapai 100 mil. Usianya pun berjuta-juta Tahun lebih tua dari usia pegunungan yang ada di Bumi.

            Sampai sekarang belum ditemukan adanya jejak-jejak kehidupan di permukaan bulan. Meskipun pada Tahun 1963 para ilmuwan mengumumkan bahwa kandungan gas di atas bulan yang ditemukan melalui satelit angkasa merupakan sisa dari sebuah kehidupan.
Apakah itu menyiratkan adanya makhluk hidup yang hidup disana lalu lenyap?

            Para ahli antariksa juga mengungkapkan setelah melakukan penelitian panjang terhadap bulan, bahwa sisa-sisa kehidupan itu ibaratnya sebuah pembuktian kehidupan. Karena unsure-unsur tersebut adalah faktor penting di dalam perkembangan yang terjadi pada kehidupan di atas bulan.

            Setelah manusia menginjakan kaki di bulan, terungkaplah apa yang membuat rahasia di bulan yang semua samar-samar. Terpancarlah sebuah sinar seperti pancaran sinar matahari terhadpa manusia.

Rabu, 11 Juli 2018

Versi- versi Umur Planet Bumi


Brbagai versi tentang Umur Planet BUMI 



            Bumi adalah salah satu di antara planet-planet yang berputar mengitari matahari dan diikuti oleh benda-benda lagit lainnya. Dari segi bentuk, bumi merupakan planet ke-5 dan planet terdekat ke-3 dari matahari di antara 9 planet yang mengitari matahari.

            Bentuk bumi hampir mirip dengan bola. Hanya saja, bumi sedikit melengkung tepat di atas garis khatulistiwa dan merata pada 2 kutub. Panjang diameter horizontalnya sekitar 79.000 mil dan diameter vertikalnya mencapai 9.727 mil. Garis lingkar luarnya di antara 2 kutub sekitar 24.220 mil dan garis lingkar sekitar khatulistiwa sekitar 24.9000 mil. Hamparan permukaannya mencapai 200 juta mil persegi. Luas daratannya sekitar 50 juta mil persegi, sedangkan luas perairannya mencapai 150 juta mil persegi.

            Bumi berputar sekali dalam 24 jam. Bagi orang-orang yang tinggal di daerah panas kecepatan putarannya rata-rata 1.000 mil per jam atau sekitar 16 mil per menit. Adapun perputaran bumi terhadap matahari mencapai 850 juta mil dengan kecepatan rata-ratanya sekitar 60 ribu mil per jam atau sekitar 1.000 mil per menit. Kecepatan perputaran planet-planet di sekitar matahari termasuk bumi tidak kurang dari 20 ribu mil per jam atau lebih dari 300 mil per menit.

            Sejak jaman dahulu kala, manusia telah berusaha memperkirakan usia planet bumi. Pada abad ke-7 pendeta James Authur mengatakan bahwa sesungguhnya keberadaan ala mini dimulai sejak tanggal 26 Oktober 4004 Tahun sebelum Masehi. Adapun di dalam salah satu kitab suci India, disebutkan bahwa ala mini telah berusia 1.973.945.056 Tahun.

             Namun, pada jaman modern upaya observasi dari para astronom dalam menentukan angka-angka lebih dapat dipegangi dalam menebak usia planet bumi ini. Sebuah pernyataan terbaru yang berdasarkan observasi bintang dengan metode ilmiah yang dilakukan oleh Lake, Moufaz, Yalson dan Wumar menyebutkan, bahwa usia dari planet bumi yakn sekitar 5.400.000.000 Tahun. Kemungkinan terjadinya kesalahan dalam angka ini yakni, mendekati 20%.

            Dalam menentukan perkiraan usia planet bumi tersebut, para astronom berpegang pada satu teori yang mengatakan, sesungguhnya suatu peristiwa yang terjadi di angkasa pada jaman dahulu kala akan mengakibatkan benda-benda bertaburan dari sumber yang berbentuk satu kesatuan. Penelitian terhadap cahaya yang terpancar dari planet-planet di kejauhan sana yang telah berjalan selama 20 Tahun menunjukan planet-planet tersebut masih berada jauh di angkasa. Semakin jauh planet tersebut kecepatannya akan semakin bertambah pula. Untuk menghasilkan kesimpulan tersebut, tentunya para ilmuwan menghabiskan waktu 7 Tahun untuk melakukan observasi tersebut. Dalam rentang waktu itu, mereka mengamati 800 planet dan 26 kesimpulan bintang secara terus-menerus.

            Berat bumi mencapai 7.000.000.000.000.000.000.000 ton. Coba bayangkan saja benda seberat ini tergantung di langit, maka apakah tidak akan beriman kepada Allah bagi orang-orang yang merenungkan angka tersebut dan memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat pada benda itu?.


Keseimbangan Sistem







            Lantaran perputaran Bumi terhadap Matahari, kita menyaksikan pagi yang dialami oleh suatu bangsa, namun pada saat yang sama, bangsa lain mengalami siang, sore, malam bahkan tengah malam. Disetiap saat, matahari selalu berada di ufuk barat, timur dan pertengahan Bumi. Dengan demikian, Matahari selalu ada sepanjang hari dan kita mengelilinginya secara teratur.

            Berpindahnya posisi Matahari pada rasi Bintang akan mengakibatkan perbedaan masa pada siang dan malam sesuai dengan perbedaan musim. Perbedaan ini akan terus berlanjut silih berganti. Oleh karena itu, didalam satu Tahun, semua makhluk hidup yang berada dimuka Bumi akan tumbuh. Makhluk hidup itu akan mengalami masa gelap dan terang masing-masing enam Bulan sekali.

            Belahan bumi yang kapasitas cahayanya bertambah akan mengalami musim panas. Demikian pula halnya, bagian Bumi yang selalu mengalami perubahan cuaca sesuai dengan musim yang berbeda, maka dalam satu hari kondisinya akan sama dengan kondisi wilayah yang terdapat di garis khatulistiwa selama se-Tahun.

            Malam dan siangnya masing-masing berlangsung selama 12 jam. Kondisi tersebut akan berlangsung beberapa saat hingga akhirnya secara berangsur-angsur kembali pada kondisi semula yakni 6 Bulan berturut-turut mengalami masa gelap (musim dingin) dan 6 Bulan berikutnya masa terang (musim panas).

”Allah mempergantikan malam dan siang, sesungguhnya pada yang demikian menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran,”. (Q.S. An-nur : 44).


Pelajaran Dari Alam




            Philipin mengungkapkan didalam bukunya yang berjudul Ilmu Memandang ke Langit  bahwa sesungguhnya alam itu lebih luas dan lebih besar dari apa yang kita pikirkan. Benda-benda yang jauh dari Bumi berterbagan di angkasa dengan kecepatan yang menakutkan.

            Para astronom menyatakan bahwa kumpuan rasi bintang. Banyak orang menyangka bahwa di antara bintang-bintang tersebut hanya terdapat ruang hampa belaka. Padahal, sebenarnya bintang-bintang itu mengandung gas dan unsur materi yang berbeda-beda. Di langit terdapat peredaran gas-gas yang berterangan di angkasa yang masing-masing berjera sekitar 6 ribu juta mil. Matahari dan planet-planet sera benda-benda langit yang berputar mengitarinya menurut perhatian  astronomi adalah benda-benda yang berusia muda. Karena usia sebagian besar planet tersebut tidak ebih dari 3 ribu juta Tahun.

            Philipin menambahkan bahwa sesugguhnya alam berikut bintang-bintang yang jumahnya tidak terbatas memiliki bentuk  berbeda-beda dan tersebar disegala arah, hanya terlihat seperti percikan-percikan cahaya petasan. Bentuknya hampir tidak dapat digambarkan oleh manusia hingga mereka hanya bisa melihat cahayanya. Akan tetapi, cahaya yang tampak kemudian hilang itu hanya merupakan pandangan mata manusia saa yang mampu menangkap cahaya dari bintang-bintang kecil.

            Padahal  cahaya itu, jumlahnya berjuta-juta hingga tidak dapat dibedakan antara satu dengan yang lainnya. Benda-benda yang terlihat oleh pandangan mata  it uterus bergerak di angkasa memenuhi alam.

            Para astronom menegaskan bahwa bintang dan planet-planet yang jumlahnya jutaan itu tidak mungkin dilihat dengan mata telanjang, melainkan harus mempergunakan teleskop. Dengan alat ini, anda dapat menyaksikan benda-benda tersebut yang semuanya beterbangan secara teratur di angkasa. Tidak mungkin ada unsure magnetis antara poros planet yang satu dengan lainnya atau terjadinya tabrakan di antara planet-planet.

            Misalnya, kemungkinan adanya tabrakan kapal yang berlabuh di Laut Tengah dengan kapal yang berlabuh di Samudera Hindia yang masing-masing melaju dengan kecepatan yang sama dan menuju arah yang sama. Semua itu adalah kemungkinan yang sangat jauh kalau tidak dikatakan mustahil terjadi.

            Ilmu pengetahuan modern menegaskan bahwa kecepatan cahaya mencapai 186.000 mil per detik. Di antara bintang-bintang itu, ada yang mengirim cahaya dan sampai kepada kita dalam waktu satu menit. Namun, ada juga bintang-bintang yag cahayanya sampai kepada kita setelah satu Bulan. Bahkan, ada cahaya bintang yang hanya dapat dilihat apabila menggunakan teleskop. Cahaya dari bintang ini meskipun telah dikirim selama jutaan Tahun tidak pernah sampai ke penglihatan kita. Jadi, kira-kira seberapa luaskah ala mini.

            Bumi terdiri atas lapisan-lapisan udara yang tingginya mencapai ratusan mil. Lapisan udara ini tersusun dari unsure oksigen, nitrogen, karbondioksida, uap air, ozon dan gas-gas yang memiliki kadar tertentu. Jika terjadi perubahan sedikit saja pada kadar-kadar tertentu, bertambah atau pun berkurang, maka kehidupan akan hancur.

            Pada awal Tahun 1977, sebuah lembaga penelitian ilmiah mengungkapkan bahwa banyaknya penggunaan semprotan pewangi rambut yang mengandung zat kimia oleh para wanita untuk menambah kecantikan akan mengurangi lapisan-lapisan karbon yang terdapat pada ozon. Padahal, lapisan ini berfungsi sebagai benteng bagi ketahanan penghuni bumi, mulai tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia dari sengatan cahaya matahari. Dengan penemuan tersebut, lembaga ini kemudian mengeluarkan maklumat untuk mengurangi penggunaan alat kecantikan itu kalau tidak dapat dihentikan secara total. Sebab, kalau tidak, kehidupan di bumi akan hancur.

            Temperature kelembapan udara yang normal di atas permukaan laut adalah 14,7 gram. Tekanan inilah yang membantu oksigen masuk di dalam paru-paru kemudian mengalir ke seluruh darah untuk selanjutnya didistribusikan ke segenap bagian tubuh yang berbeda-beda. Perubahan sekecil apa pun yang terjadi pada tekanan tersebut akan berakibat kematian.

            Hipotesis tersebut telah dibuktikan melalui sebuah percobaan yakni ketika pesawat mencapai ketinggian yang melebihi 15.000 kaki, timbul penyumbatan rongga pernapasan pada tubuh, kemudian seseorang akan meninggal jika pesawat mencapai ketinggian 25.000 kaki.

            Apakah anda telah mengetahui bagaimana benda-benda dan lapisan-lapisan udara yang mengelilingi kita, yang semula hanya dianggap sebagai bentuk yang tidak memiliki fungsi apa-apa di ala mini, telah menjadi pelindung bagi seluruh makhluk hidup?

            “Dan Langit itu Kami bangun dengan kekuasaan Kami dan sesungguhnya Kamilah yang meluaskannya,”. (Q.S. Adz-dzariat : 47).

Senin, 09 Juli 2018

Perhatikan Alam dan Isinya


Alam Dan Isinya




            Sichna mengatakan,”Tidak akan mampu seseorang menegadahkan pandangannya ke langit, kecuali dia akan tertunduk dengan perasaan rendah hati. Hal itu, karena dia menyaksikan berjuta-juta bintang yang terang benderang dan rotasi pergerakan dan ketinggiannya selalu terjaga,”.

            Setiap kumpulan bintang atau planet apa pun itu adanya, tidak lain kecuali merupakan benda yang berdiri sendiri. Bentuknya lebih lebar dari bumi dan segala isinya serta benda-benda yang berada disekelilingnya.

Sebagaimana dalam al-qur’an Surat Qaaf ayat 6.

“Maka apakah mereka tidak memerhatikan langit di atas mereka, bagaimana kami membangunnya dan menghiasinya dan tidak ada padanya keretakan?”.